Saturday, August 8, 2015

Damailah Kekandaku



Assalamualaikum

Tanpa dirancang... dengan debar pilu dan harapan, Allah swt mengizinkan daku untuk menziarahi abang kandungku di Dungun Trengganu yang baru kehilangan isteri tercinta awal Ogos lalu.  Kakak iparku yang sulong pergi di usia 60 tahun. Sakit terlantar setelah terjatuh dari tangga dari rumahnya 3 tahun lalu.  Kami sempat menziarahi pusara arwah di tepian pantai Dungun, desir ombak laut seakan berzikir bersama pilu di hati kami.  Suara ayat ayat suci yang kami baca di bawa angin lalu, di telan debus ombak dan suara camar.  Terik sinar mentari pagi tidak terasa bahangnya. Pilu. Innalillah. Al Fatihah. Damailah kakak iparku di sana.


Dua malam di Dungun, sebelum pulang ke KL, kami (daku dan seorang kakakku) mengambil kesempatan menziarahi bandar Kuala Trengganu yang amat ku rindui selalu. Almaklumlah, tempat lahir tumpah darah bondakandung ketika melahirkan daku di Hospital Pantai Batu Burok, K. Trengganu dulu.


Membeli belah sedikit ole ole di Pasar Payang. K.T.


Sila KLIK Sini



Anak-anak buah, cucu cucu ku yang kehilangan Opahnya di Dungun. K.T.


Sekian.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...