Sunday, January 16, 2011

Jangan Menangis Pada Rezeki Allah swt


Assalam dan Bismillah

Cuba renung renungkan. Segala pengalaman lalu sebenarnya membicarakan kpd kita betapa banyaknya rezeki yg Allah swt telah berikan kpd kita. Rezeki yg didoakan saban hari jua rezeki yg datang tanpa diduga. Rezeki tergolek laa katakan. betul tak?

Suatu ketika dahulu pernah jua hati ini spt akan berputus asa. Namun Allah swt telah membuktikan dan memberikan rezeki utk melihat dan mengagungkan Maha Kaya dan Maha Pengasihnya. Subhanallah.

Sesuatu pengalaman indah yg pernah dilalui, semasa mengerjakan Umrah suatu ketika dahulu. Hmmm... tak perlu diceritakan secara detailkan. Spt sebuah percintaan rahsia antara aku dan DIA.....huk huk huk. Kembali berpijak di bumi nyata. Sabarlah hati. Tabahlah duhai secebis hati. Life must go on. Suka , tawa, riang ria kekadang hanya seketika. Pasti Allah swt akan menguji kita lagi . Kita mesti bersyukur dan terus bersyukur selagi bernafas di bumi nyata ini. Apabila berada di sana segalanya telah terlewat. Gagal usah dibiar bermain dibibir, andan gagal disebut selalu gagallah yang dipinta. Spt mwana juga pernah gagal dlm peperiksaan di sekolah. Gagal ke Universiti pd asalnya, gagal dlm percintaan , gagal itu gagal ini. Walhal bila direnungkan kembali semuanya dilalui dgn kejayaan demi kejayaan di Universiti, cinta kasih semua Allah swt beri dan bayar kembali segala jerih perih sakit pedih kehidupan. Keguguran dan gagal naik pangkat, tapi Allah tetap kurniakan kita dgn anak2 yg comel dan keletah. Allah swt tetap naikkan pangkat jawatan kita kemudian hari. Sabarlah duhai hati. Tuhan semoga aku terus cekal dan tabah menggenggam iman dan amal. Sekadar mengingatkan diri sendiri.

Janganlah berputus asa pada rezeki Allah,” pesan Imam Ahmad bin Hambal. Diceritakan tentang kisah Rasulullah Saw mengenai seekor ulat yang hidup di dasar laut atas rezeki Allah Swt. Ketika itu, Rasulullah sedang mengadakan acara walimatul ‘ursy dengan seorang wanita sebagai istrinya. Saat para sahabat yang diundang menyaksikan makanan yang dijamukan Rasulullah, mereka membincangkan dan mana Rasulullah akan menghidupi istri-istrinya. Maklum, jamuan walimahnya saja begitu sederhana.

Allah Swt. berfirman: “Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (QS. Fushilat (41): 49).

Usai shalat berjamaah, Rasulullah lalu bercerita tentang masalah rezeki kepada para sahabatnya yang diundang itu. “ini kisah yang disampaikan oleh MalaikatJibril, boleh aku bercerita?” tanya Nabi. Para sahabat pun langsung mengiyakan dengan penuh antusias. Lalu, berceritalah Nabi Saw. tentang Nabi Sulaiman yang sedang shalat di tepi pantai. Sulaiman melihat seekor semut berjalan di atas air sambil membawa daun hijau seraya memanggil katak. Setelah itu, muncullah katak dan menggendong semut menuju dasar laut.

Apa yang terjadi di dasar laut? Semut menceritakan bahwa di dasar laut itu berdiam seekor ulat yang soal rezekinya dipasrahkan kepada semut itu. “Sehari dua kali aku diantar malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat,” kata semut.
“Siapa malaikat itu?” tanya Nabi Sulaiman As.
“Ya yang menjelma menjadi katak itu,” jawabnya. Setiap usai menerima kiriman daun hijau dan memakannya, si ulat mengucapkan syukur kepada Allah. “Maha Besar Allah yang menakdirkan aku hidup di dalam laut,” kata ulat.

Di akhir ceritanya, Rasulullah Saw. lalu berkata, “Jika ulat yang tinggal di dasar laut saja Allah masih tetap memberinya makan, apakah Allah tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmat-Nya?” tandas Rasulullah.

Kisah senada dapat pula kita simak. Syekh Imam az-Zahidi pada suatu hari ingin sekali membuktikan bahwa rezeki setiap makhluk itu memang betul-betul telah ditanggung Allah Swt. Ia segera pergi ke hutan, lantas naik ke sebuah bukit dan memasuki gua. Kemudian dia duduk manis di dalamnya seraya memperbanyak tasbih sebagaimana kebiasaannya sehari-hari. Dia pun ingin sekali melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Allah memberi rezeki kepadanya. Ketika itu, dia juga berniat tidak akan memakan apa pun kecuali jika makanan itu masuk sendiri ke dalam mulutnya tanpa dengan suatu usaha.

Setelah keberadaannya dalam gua itu dirasakan cukup lama, dan perutnya mulai merasakan lapar, tiba-tiba saja dia melihat sebuah kafilah yang tersesat, hujan pun turun dengan lebatnya, sehingga memaksa rombongan itu mencari tempat berteduh. Anehnya, yang ditemukan mereka justru gua yang dimasuki az-Zahidi tersebut. Setelah mereka memasuki gua seluruhnya, sejenak kemudian mereka terkejut melihat az Zahidi. Maka, segeralah mereka memanggilnya, “Hai penghuni gua!”
Namun, az-Zahidi hanya diam, berpura-pura tidak mendengar dan malah berlagak seperti orang kedinginan. “Mungkin saja orang ini kedinginan hingga tidak mampu untuk berbicara,” ucap seorang di antara kafilah itu.

Mereka segera mengumpulkan sampah-sampah gua untuk dibakar di dekat az-Zahidi dengan maksud agar badannya menjadi hangat. Setelah itu, mereka mengajak berbicara lagi, namun sepatah kata pun tidak keluar dan mulutnya. Maka, seseorang di antara mereka mengatakan, “Mungkin saja dia telah lama kelaparan.”

Sejenak kemudian, yang lain mengambil makanan yang ditaruhkan pada sebuah piring dan langsung disodorkan tepat di muka az-Zahidi. Lagi-lagi dia tidak bereaksi. Maka, seseorang berkata lagi, “Kita buatkan saja susu panas dan bekal kita dan kita bubuhi gula agar terasa lebih nikmat dan mudah ditelan.”

Beberapa saat kemudian segelas susu telah tersaji di gelas yang begitu mengundang selera. Ternyata, azZahidi tetap saja diam tidak bergerak. Malah seorang lagi mengatakan, “Wahai kawan, aku lihat mulutnya begitu rapat terkatup, mungkin saja dia kesulitan membukanya karena terlalu lama kedinginan, untuk itu tolong kalian mengambil pahat, kita congkel saja mulutnya agar bisa kita masuki makanan.”

Maka segera saja dua orang maju di samping az-Zahidi dengan membawa sebuah pahat untuk mencongkel mulutnya dan segera menjejali makanan ke dalamnya. Tepat saat ujung pahat tersebut telah menyentuh bibir az-Zahidi, gelak tawanya tidak tentahank n lagi. Mereka pun terkejut seraya mengatakan, “Gila kau!”

“Tidak, aku tidak gila, aku hanya ingin membuktikan bagaimana Allah betul-betul memberikan rezeki pada setiap hamba-Nya. Kesemuanya, kini telah terbukti bahwa Allah sungguh telah membagi rezeki hamba-hamba-Nya di mana pun berada, oh… hatiku kini betul-betul begitu mantap,” begitu az-Zahidi mengatakan pada mereka.

“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan artisan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. ath-Thalaaq [65]: 2-3).

Perkongsian ini adalah sumber dari http://www.alfurqon.or.id/component/content/article/59-artikel/304-jangan-berputus-asa-pada-rezeki-allah

Akhir titipan renung renungkan , fikir fikirkan, kelmarin, esok dan semalam betapa banyak dan indahnya rezeki yg dikurniakan kpd kita. Airmata jua adalah rezeki krn masih hidup secara normal, punya hati dan perasaan ihsan yg halus. Ada orgg yg penyakit hatinya tidak boleh menangis krn hatinya keras tanpa hidayah. Sadis dan dia gembira melihat org lain berdukacita. Dan dia akan terus terusan bongkak, riak, merasa dirinya bagus dan di kedudukan yg tinggi sehingga tergamak menghina dan merendah rendahkan org yg dlm kesusahan atau kesedihan. Kasihankan org spt ini. Lahaulawalaquwata illa billah

9 comments:

~~zAnAfAhMi~~ said...

ya, rezeki Allah ada dimana saja, diberi pd hamba yg memohonnya....
kami juga pernah merasai keperitan, kesusahan, kepedihan sehingga kini tapi insyaAllah kami terima dgn redha, pasti ada hikmahNya.

sal said...

cabaraan tetap ada di mana2..rezkipun begitu, cuma berusaha, berdoa dan bertakwakal

Effa Sahat said...

rezeki Allah datang, dan acapkali jua saya selalu terlupa bersyukur. kadang Allah menunjukkan kasih sayang dan melindungi kita melalui - ujian dan dugaan, selalunya kita rasa teraniaya. betapa besar kasih sayangnya pada kita :) Alhamdulillah..

azieazah said...

Salam.

Selaku manusia biasa, memang kita sering alpa dan terlalai.

Terimakasih berpesan-pesan.

Abd Razak said...

Assalamualaikum..

Rezeki datang dalam pelbagai bentuk bukan hanya dalam bentuk wang ringgit, kadangkali ianya datang dalam bentuk kesihatan, kebahagiaan dalam hati dan sebagainya

Zaitun said...

Terima kasih kongsi info,kita jadikan tauladan apa yang berlaku.
Memang benar Allah menjanjikan rezeki kepada semua umat2nya.

kakyong said...

terima kasih mwana... refreshing n3... i likeee

Nida said...

As-salam..

Apabila melihat gambar di bawah... rasa bersyukur sangat atas rezeki yg telah diberikan olehNya... semoga kita tidak tergolong dalam golongan orang yg kufur nikmat

ainnoraini said...

mmg betul rezeki tu dari allah..kalau tak tertulis tak kemane..

saye bersyukur dgn ape yg telah allah berikan rezeki pada keluarga saye walaupun tak kaya raya alhamdulillah dengan ape yg ade..sederhana

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...